suhu, panjang, tekanan
Tags: Question 7 . SURVEY . Ungraded . 45 seconds -2 merupakan dimensi dari? answer choices . percepatan. energi. usaha. gaya. dayapercepatan
Dimensisuhu adalah ΞΈ dengan satuan SI yang disebut kelvin (K). Suhujuga merupakan besaran pokok. B. Suhu dan pengukurannya Perubahan suhu pada suatu benda dapat mengakibatkan perubahan besaran lain pada benda itu. pemuaian luas, dan pemuaian volume. Pemuaian zat padat terjadi karena benda padat tersebut mengalami perubahan suhu dari suhu ZFswB. Apa yang dimaksud dengan besaran? Dalam artikel Fisika kelas 10 ini, kita akan belajar tentang apa itu besaran, satuan, dan dimensi beserta contohnya. β Ketika Pak Habibie merancang pesawat, beliau harus melakukan pengukuran dengan akurasi dan tingkat presisi yang tinggi. Jika ada kesalahan pengukuran sedikit saja dalam pembuatannya, maka bisa berakibat fatal pada fungsi pesawat. Bahkan dapat menyebabkan kecelakaan! Wah, ngeri juga, ya? Maka dari itu, Pak Habibie harus memahami mengenai besaran, satuan, dan dimensi dengan baik. Eits! tentu saja ini juga berlaku untuk ilmuwan yang lain, termasuk kamu calon ilmuwan di masa depan. Untuk lebih jelasnya, yuk kita bahas pengertian besaran, satuan, dan dimensi dalam pengukuran fisika! Pengertian Besaran dan Satuan Apa yang dimaksud dengan besaran? Besaran dalam fisika diartikan sebagai sesuatu yang dapat diukur, serta memiliki nilai dan satuan. Sementara itu, satuan digunakan sebagai pembanding dalam pengukuran. Dalam satuan, kita mengenal yang namanya Satuan Internasional SI, yaitu satuan yang distandarisasi dan diakui penggunaanya secara Internasional. Nah, berdasarkan satuannya, besaran terdiri dari besaran pokok dan besaran turunan. a. Besaran Pokok Besaran pokok adalah besaran yang menjadi dasar untuk menetapkan besaran yang lain. Satuan besaran pokok disebut satuan pokok dan telah ditetapkan terlebih dahulu berdasarkan kesepakatan para ilmuwan. Besaran pokok sifatnya bebas, artinya tidak bergantung pada besaran pokok yang lain. Berikut, disajikan besaran pokok yang telah disepakati oleh para ilmuwan. b. Besaran Turunan Besaran turunan adalah besaran yang disusun dari besaran pokok. Satuan besaran turunan disebut satuan turunan dan diperoleh dengan menggabungkan beberapa satuan besaran pokok. Misalnya, satuan turunan dari luas. Luas itu diperoleh dengan mengalikan panjang dan lebar suatu bangun. Nah, panjang dan lebar itu satuan pokoknya kan meter m. Jadi, satuan turunan luas adalah Luas = panjang x lebar = m x m = m2 Paham kan sampai di sini? Berikut merupakan beberapa contoh besaran turunan beserta satuannya, perhatikan ya. Baca Juga Perbedaan Besaran Pokok dan Besaran Turunan Dimensi Dimensi suatu besaran menunjukkan cara besaran tersebut tersusun dari besaran-besaran pokoknya. Pada sistem Satuan Internasional SI, ada tujuh besaran pokok yang berdimensi, sedangkan dua besaran pokok tambahan tidak berdimensi. Cara penulisannya dinyatakan dengan lambang huruf tertentu dan diberi tanda kurung persegi. Untuk lebih jelasnya, perhatikan tabel berikut! Kamu dapat mencari dimensi suatu besaran lain dengan cara mengerjakannya seperti pada perhitungan biasa. Untuk penulisan perkalian pada dimensi, biasa ditulis dengan tanda pangkat positif dan untuk pembagian ditulis dengan tanda pangkat negatif. Oke, supaya nggak bingung, sekarang coba kita tentukan dimensi besaran-besaran berikut ya Luas L = panjang Γ lebar = [L] Γ [L] = [L]Β² Volume V = panjang Γ lebar Γ tinggi = [L] Γ [L] Γ [L] = [L]Β³ Baca Juga Apa Saja Besaran-Besaran dalam Konsep Gerak Lurus? Oh iya, dimensi memiliki dua kegunaan, yaitu digunakan pada analisis dimensional dan untuk menunjukkan kesetaraan beberapa besaran. a. Kegunaan Dimensi pada Analisis Dimensional Suatu cara untuk menentukan satuan dari besaran turunan dengan memerhatikan dimensi besaran tersebut. Contohnya b. Kegunaan Dimensi untuk Menunjukkan Kesetaraan Beberapa Besaran Selain digunakan untuk mencari satuan, dimensi juga dapat digunakan untuk menunjukkan kesetaraan beberapa besaran yang terlihat berbeda. Contoh Oke, karena kamu sudah tahu mengenai besaran, satuan, dan dimensi dalam pengukuran fisika, sekarang jawab soal di bawah ini yuk untuk mengukur tingkat pemahaman kamu. Jawabannya bisa kamu tulis di kolom komentar, ya! Tapi, jangan nyontek sama jawaban temanmu yang lain. Hihihiβ¦ Contoh Soal Besaran, Satuan, dan Dimensi 1. Sebutkan 3 sistem SI dari besaran pokok yang sering kamu jumpai! 2. Apakah perbedaan besaran pokok dan besaran turunan? Jelaskan! 3. Besarnya massa jenis suatu benda yang memiliki massa m dan luas alasnya A, dinyatakan dengan persamaan Jika g suatu konstanta, maka tentukan dimensi dan satuannya! Baca Juga Gerak Melingkar Beraturan GMB Besaran, Rumus, dan Contoh Soal Selesai sudah pembahasan kita mengenai pengertian besaran, satuan, dan dimensi dalam pengukuran fisika. Meskipun kelihatannya materi ini sederhana, tapi materi ini akan selalu digunakan loh di setiap perhitungan fisika. Jadi, jangan sampai kamu nggak tahu, ya. Kalau kamu masih merasa bingung dalam pengerjaannya, bisa tanya di Ruangguru Privat. Akan ada tutor yang membantumu untuk memahami rumus serta memberikan penjelasannya. Buatlah belajar jadi praktis dari sekarang! Artikel ini telah diperbarui pada 5 September 2022. - Manusia mengenal panas dan dingin suatu benda melalui suhu. Benda yang dingin dikenal memiliki suhu yang lebih rendah dibanding benda yang panas. Sebaliknya, benda yang panas memiliki suhu yang lebih tinggi dibanding benda yang lebih dingin. Dari fakta tersebut, dapat disimpulkan bahwa suhu merupakan besaran untuk menyatakan ukuran derajat panas atau dinginnya suatu benda. Meski dapat dinyatakan secara kualitatif, suhu sebaiknya dinyatakan dengan kuantitatif dengan satuan derajat tertentu. Alat Pengukur Suhu Untuk menyatakan suhu suatu benda secara kuantitatif, manusia membutuhkan bantuan alat pengukur suhu yang disebut termometer. Menurut modul "Suhu, Kalor, dan Energi di Sekitarku" terbuitan Kemdikbud, termometer dibagi menjadi dua jenis, yaitu termometer zat cair dan termometer zat padat. Termometer zat cair memanfaatkan benda cair atau alkohol sebagai bahan pembuatannya. Sebaliknya, termometer zat padat menggunakan sifat benda padat sebagai bahan pembuatannya. 1. Jenis Termometer Zat Cair Termometer laboratorium dengan skala mulai dari -10Β°C Termometer suhu badan dengan skala antara 35Β°C dan 42Β°C 2. Jenis Termometer Zat Padat Termometer bimetal yang menggunakan logam sebagai bahan untuk menunjukkan perubahan suhu Termometer termokopel yang memanfaatkan aliran listrik untuk menentukan besaran suhu. Skala Suhu Nilai derajat suhu ditampilkan dalam skala suhu. Saat ini dikenal tiga jenis skala suhu, yaitu Celcius C, Fahrenheit F, Reamur R, dan Kelvin K. Skala suhu didasarkan atas dua titik tetap, yaitu titik tetap bawah dan titik tetap atas. Titik bawah menunjukkan titik beku sementara titik atas menunjukkan titik didih. Dua titik terebut ditetapkan oleh masing-masing pembuat skala suhu, sebagai berikut Untuk skala suhu Celcius, titik bawahnya adalah 0Β°C dan titik atasnya adalah 100Β°C. Untuk skala suhu Fahrenheit titik bawahnya adalah 32Β°F dan titik atasnya adalah 212Β°F Untuk skala suhu Reamur titik bawahnya adalah 0Β°R dan titik atasnya adalah 80Β°R Untuk skala suhu Kelvin titih bawahnya adalah 273 dan titik atasnya 373 Skala suhu Kelvin menggunakan nol mutlak dan tidak menggunakan derajat. Artinya, nol Kelvin artinya tidak ada energi panas sama sekali pada suatu benda. Inilah mengapa Kelvin ditetapkan sebagai skala suhu dalam Satuan Internasional SI. Berikut perbandingan skala antara keempat jenis skala suhu Β°C Β°R Β°F Β°K = 100 80 180 100 Β°C Β°R Β°F Β°K = 5 4 9 5 Perubahan akibat suhu Suhu dapat mengubah wujud suatu zat. Hal ini karena suhu dapat memengaruhi kalor. Kalor merupakan energi yang dapat berpindah dari benda yang suhunya lebih tinggi ke benda yang suhunya lebih rendah apabila keduanya saling bersentuhan. Zat yang memerlukan kalor dapat mengalami perubahan wujud berupa Mencair, contohnya es batu yang dikeluarkan dari lemari es dan terpapar sinar matahari lama kelamaan menjadi cair. Menguap, contohnya air di dalam panci dipanaskan dan berubah menjadi molekul-molekul uap Menyublim, contohnya kapur barus yang di dalam lemari yang terpapar suhu ruangan semakin lama semakin mengecil karena berubah menjadi gas. Sementara, zat yang melepaskan kalor dapat mengalami perubahan wujud berupa Membeku, contohnya air diletakkan di dalam lemari es dan menjadi es batu Mengembun, contohnya ketika meletakkan es batu di dalam gelas, maka bagian luar gelas akan muncul titik-titik air. Mengkristal, contohnya pembentukkan salju di awan. Baca juga Apa Perbedaan Suhu & Kalor Pengaruh Kalor Terhadap Perubahan Benda Penjelasan BMKG Soal Penyebab Suhu Dingin di Pagi dan Malam Hari - Pendidikan Kontributor Yonada NancyPenulis Yonada NancyEditor Nur Hidayah Perwitasari Dimensi, dalam fisika, adalah ketergantungannya besaran pokok sebagai hasil kali dari simbol atau pangkat simbol yang mewakili besaran pokok. Ini adalah representasi besaran dalam huruf yang dikapitalisasi. Tabel di bawah mencantumkan besaran pokok dan simbol yang digunakan untuk dimensinya. Misalnya, pengukuran panjang dikatakan berdimensi L atau L1, pengukuran massa berdimensi M atau M1, dan pengukuran waktu berdimensi T atau T1. Seperti satuan, dimensi mematuhi aturan aljabar. Jadi, luas adalah hasil kali dari dua panjang sehingga memiliki dimensi L2, atau panjang kuadrat. Demikian pula, volume adalah hasil kali tiga panjang dan memiliki dimensi L3, atau panjang kubik. Kecepatan memiliki panjang dimensi dari waktu ke waktu, L / T atau LT β 1. Massa jenis volumetrik memiliki dimensi M / L3 atau ML β 3, atau massa lebih panjang pangkat tiga. Tabel Dimensi besaran pokok Besaran Pokok Simbol untuk Dimensi Panjangnya L Massa M Waktu T Arus I Suhu Termodinamika Ξ Jumlah Zat N Intensitas cahaya J Rumus Dimensi untuk besaran turunan Besaran fisik Satuan Rumus dimensi Akselerasi atau percepatan akibat gravitasi ms β2 LT β2 Sudut busur / radius rad M o L o T o Perpindahan sudut rad M o l o T o Frekuensi sudut perpindahan sudut / waktu rad β1 T β1 Impuls sudut torsi x waktu Nms ML 2 T β1 Momentum sudut I kgm 2 s β1 ML 2 T β1 Kecepatan sudut sudut / waktu rad β1 T β1 Luas panjang x lebar m 2 L 2 Konstanta Boltzmann JK β1 ML 2 T β2 ΞΈ β1 Nilai kalori Jkg β1 L 2 T β2 Koefisien ekspansi linier atau areal atau volume o C β1 atau K β1 ΞΈ β1 Koefisien tegangan permukaan gaya / panjang Nm β1 atau Jm β2 MT β2 Koefisien konduktivitas termal Wm β1 K β1 MLT β3 ΞΈ β1 Kompresibilitas 1 / modulus curah Pa β1, m 2 N β2 M β1 LT 2 Massa jenis massa / volume kgm β3 ML β3 Perpindahan, panjang gelombang, panjang fokus m L Kapasitansi listrik muatan / potensial CV β1, farad M β1 L β2 T 4 I 2 Konduktansi listrik 1 / resistansi Ohm β1 atau mho atau siemen M β1 L β2 T 3 I 2 Konduktivitas listrik 1 / resistivitas siemen / meter atau Sm β1 M β1 L β3 T 3 I 2 Muatan listrik atau jumlah muatan listrik arus x waktu coulomb ITU Arus listrik amper I Momen dipol listrik muatan x jarak Cm LTI Kuat medan listrik atau Intensitas medan listrik gaya / muatan NC β1, Vm β1 MLT β3 I β1 Emf atau potensial listrik usaha / muatan volt ML 2 T β3 I β1 Energi kapasitas untuk melakukan usaha Joule ML 2 T β2 Entropi ΞS=ΞQ/T Delta S = Delta Q / TΞ S=Ξ Q / T JΞΈ β1 ML 2 T β2 ΞΈ β1 Gaya percepatan x massa newton N MLT β2 Konstanta gaya atau konstanta pegas gaya / ekstensi Nm β1 MT β2 Frekuensi 1 / periode Hz T β1 Potensial gravitasi kerja / massa Jkg β1 L 2 T β2 Energi kalor J atau kalori ML 2 T β2 Iluminasi lux lumen / meter 2 MT β3 Impuls gaya x waktu Ns atau kgms β1 MLT β1 Intensitas medan gravitasi F / m Nkg β1 L 1 T β2 Intensitas magnetisasi I Am β1 L β1 I Konstanta atau ekuivalen mekanik Joule untuk panas Jcal β1 M o L o T o Panas laten Q = mL Jkg β1 M o L 2 T β2 Kepadatan linier massa per satuan panjang kgm β1 ML β1 Fluks bercahaya lumen atau Js β1 ML 2 T β3 Momen dipol magnet Am 2 L 2 I Fluks magnet induksi magnet x luas weber Wb ML 2 T β2 I β1 Induksi magnetik F = Bil NI β1 m β1 atau T MT β2 I β1 Kekuatan kutub magnet unit ampere β meter β LI Modulus elastisitas tegangan / regangan Nm β2, Pa ML β1 T β2 Momen inersia massa x radius 2 kgm 2 ML 2 Momentum massa x kecepatan kgms β1 MLT β1 Konstanta Planck energi / frekuensi Js ML 2 T β1 Rasio Poisson regangan lateral / regangan longitudinal ββ M o L o T o Daya usaha / waktu Js β1 atau watt W ML 2 T β3 Tekanan gaya / luas Nm β2 atau Pa ML β1 T β2 Koefisien tekanan atau koefisien volume o C β1 atau ΞΈ β1 ΞΈ β1 Tekanan m M o LT o Radioaktivitas disintegrasi per detik M o L o T β1 Rasio kalor spesifik ββ M o L o T o Indeks bias ββ M o L o T o Resistivitas atau resistansi spesifik β ML 3 T β3 I β2 Konduktansi atau konduktivitas spesifik 1 / resistansi spesifik siemen / meter atau Sm β1 M β1 L β3 T 3 I 2 Entropi spesifik 1 / entropi KJ β1 M β1 L β2 T 2 ΞΈ Gravitasi spesifik massa jenis zat / massa jenis air ββ M o L o T o kalor jenis Q = mst Jkg β1 ΞΈ β1 M o L 2 T β2 ΞΈ β1 Volume tertentu 1 / kepadatan m 3 kg β1 M β1 L 3 Kecepatan jarak / waktu md β1 LT β1 Tegangan perubahan dimensi / dimensi asli ββ M o L o T o Regangan gaya pulih / luas Nm β2 atau Pa ML β1 T β2 Kerapatan energi permukaan energi / luas Jm β2 MT β2 Suhu o C atau ΞΈ M o L o T o ΞΈ Kapasitas termal massa x kalor jenis JΞΈ β1 ML 2 T β2 ΞΈ β1 Jangka waktu sekon T Torsi atau momen gaya gaya x jarak Nm ML 2 T β2 Konstanta gas universal kerja / suhu Jmol β1 ΞΈ β1 ML 2 T β2 ΞΈ β1 Kecepatan perpindahan / waktu md β1 LT β1 Gradien kecepatan dv / dx s β1 T β1 Volume panjang x lebar x tinggi m 3 L 3 Setara dengan air kg ML o T o Usaha gaya x perpindahan J ML 2 T β2 Apa itu Analisis Dimensi Analisis dimensi adalah praktik memeriksa hubungan antar besaran fisis dengan mengidentifikasi dimensi besaran fisis. Dimensi ini tidak bergantung pada kelipatan numerik dan konstanta dan semua besaran di dunia dapat dinyatakan sebagai fungsi dari dimensi besaran pokok. Rumus Dimensi Ungkapan yang menunjukkan pangkat yang akan dipangkatkan untuk mendapatkan satu satuan besaran turunan disebut rumus dimensi dari besaran tersebut. Jika Q adalah satuan besaran turunan yang diwakili oleh Q = MaLbTc, maka MaLbTc disebut rumus dimensi. Apa itu Konstanta Dimensi? Besaran fisik yang berdimensi dan memiliki nilai tetap disebut konstanta dimensi. mis. Konstanta gravitasi G, Konstanta Planck h, Konstanta gas universal R, Kecepatan cahaya dalam ruang hampa C, dll. Apa itu besaran tanpa dimensi? Besaran tak berdimensi adalah besaran yang tidak berdimensi tetapi memiliki nilai tetap. Besaran tak berdimensi tanpa satuan Bilangan murni, Ο, e, sin ΞΈ, cos ΞΈ, tan ΞΈ dll. Besaran tak berdimensi dengan satuan Perpindahan sudut β radian, konstanta Joule β joule / kalori, dll. Apa itu Variabel Dimensi? Variabel dimensi adalah besaran fisis yang berdimensi dan tidak mempunyai nilai tetap. mis. kecepatan, percepatan, gaya, kerja, tenaga, dll. Apa saja variabel tanpa dimensi? Variabel tanpa dimensi adalah besaran fisik yang tidak memiliki dimensi dan tidak memiliki nilai tetap. Misalnya Berat jenis, indeks bias, koefisien gesekan, rasio Poisson, dll. Kelemahan Analisis Dimensi Besaran tanpa dimensi tidak dapat ditentukan dengan metode ini. Konstanta proporsionalitas tidak dapat ditentukan dengan metode ini. Mereka dapat ditemukan baik dengan eksperimen atau oleh teori. Metode ini tidak berlaku untuk fungsi trigonometri, logaritmik, dan eksponensial. Dalam kasus besaran fisik yang bergantung pada lebih dari tiga besaran fisik, metode ini akan sulit. Dalam beberapa kasus, konstanta proporsionalitas juga memiliki dimensi. Dalam kasus seperti itu, kita tidak dapat menggunakan sistem ini. Jika salah satu sisi persamaan mengandung penjumlahan atau pengurangan besaran fisik, kita tidak dapat menggunakan metode ini untuk mendapatkan ekspresi tersebut. Manfaat Analisis Dimensi Analisis dimensi sangat penting ketika berhadapan dengan besaran fisik. Pada bagian ini, kita akan belajar tentang beberapa aplikasi analisis dimensi. Fourier meletakkan dasar-dasar analisis dimensi. Rumus Dimensi digunakan untuk Verifikasikan kebenaran persamaan fisik. Turunkan hubungan antara besaran fisik. Mengonversi satuan besaran fisik dari satu sistem ke sistem lain. Pernah dengar istilah besaran pokok dan besaran turunan? Ya, istilah besaran pokok dan besaran turunan banyak digunakan pada bidang fisika dan matematika. Sebelum membahas kedua istilah tersebut lebih dalam, hal pertama yang akan dipelajari adalah tentang besaran itu sendiri. Selanjutnya kamu akan lebih mudah untuk memahami tentang besaran pokok dan besaran turunan beserta contohnya. Apa yang Dimaksud dengan Besaran? Dalam ilmu fisika, besaran berarti sesuatu yang dapat diukur atau yang memiliki nilai dan memiliki satuan. Sedangkan satuan merupakan nama atau istilah yang diberikan untuk mengukur besaran. Secara umum, besaran dibedakan menjadi dua kelompok, yakni besaran berdasarkan arah besaran vektor dan besaran skalar dan besaran satuan besaran pokok dan turunan. Pada pembahasan kali ini, kelompok besaran yang akan dibahas adalah besaran satuan. Besaran Pokok Pengertian besaran pokok Besaran pokok merupakan besaran yang sudah ditetapkan sebelumnya oleh para fisikawan zaman dulu. Besaran ini sifatnya bebas, jadi tidak bergantung pada besaran pokok yang lain. Besaran pokok juga menjadi dasar untuk menetapkan besaran lain. Tabel besaran pokok Terdapat 7 besaran pokok yang ditetapkan oleh para ilmuwan Nama Besaran PokokLambang Besaran PokokSatuanLambang SatuanPanjanglMetermMassamKilogramkgWaktutDetiksKuat Arus ListriklAmpereASuhuTKelvinKIntensitas cahayaIvKandelacdJumlah zatnMoleMol Macam-macam besaran pokok dan satuannya Panjang Besaran ini digunakan untuk mengukur panjang suatu benda. Sesuai dengan Sistem Satuan Internasional, satuan panjang adalah meter m dengan dimensi L. Beberapa peralatan yang digunakan untuk mengukur panjang, diantaranya penggaris, pita pengukur, jangka sorong, dan lain sebagainya. Massa Massa merupakan jumlah materi yang terdapat dalam suatu benda. Satuan yang digunakan untuk mengukur massa adalah kilogram kg dan dimensinya m. Alat yang digunakan untuk mengukur massa, meliputi neraca lengan, neraca kimia, neraca elektronik, dan masih banyak lagi. Waktu Waktu merupakan besaran yang digunakan untuk mengukur lamanya suatu peristiwa atau kejadian. Satuan Standar Internasional waktu adalah detik atau sekon s dengan dimensi T. Jenis alat yang bisa digunakan untuk mengukur waktu adalah stopwatch dan jam. Kuat arus listrik Besaran yang satu ini dipakai untuk mengukur arus listrik dari satu tempat ke tempat lain. Kuat arus listrik memiliki satuan internasional ampere A dan dimensi I. Mengukur kuat arus listrik bisa dilakukan dengan menggunakan amperemeter. Suhu Suhu merupakan besaran untuk mengukur panas suatu benda. Satuan internasional suhu adalah Kelvin K. Umumnya suhu diukur dengan menggunakan termometer. Intensitas cahaya Intensitas cahaya merupakan besaran yang dimanfaatkan untuk mengukur apakah cahaya mengenai permukaan suata benda atau tidak. Satuan internasional intensitas cahaya ialah candela cd dengan dimensinya J. Untuk mengukur intensitas cahaya, bisa dilakukan dengan menggunakan alat LuxMeter atau LightMeter. Jumlah zat Besaran pokok yang ke-7 adalah jumlah zat. Besaran yang satu ini digunakan untuk menghitung jumlah partikel yang ada dalam suatu benda. Besaran ini mempunyai satuan ukur mol dengan dimensi N. Besaran Turunan Pengertian besaran turunan Sesuai dengan namanya, besaran turunan merupakan besaran yang diturunkan dari besaran pokok. Misalnya, luas diperoleh dari perkalian antara panjang dan lebar dari suatu bidang. Panjang dan lebar sama-sama memilih satuan meter, jadi Luas = panjang x lebar = m x m = m2 Maka besaran turunan dari luas adalah m2. Selain luas, contoh besaran turunan yang lain, diantaranya volume, massa jenis, kecepatan, dan lain sebagainya. Tabel besaran turunan Besaran TurunanSatuan InternasionalDimensiSimbol dan RumusGayaNewton kg m/s2N MLT-2F = kg m2 s-2J M L2 Tβ2W = m/sV LT-1V = s/tPercepatanL T-2 m/ s2a LT-2a= Ξv / ΞtMomentumKg m/s[M][L][T]β»P = kg m2 s-3W [M] [L] [T]β»Β²P = W/tMassa jenisRho kg/m3ΟΟ = m/VFrekuensiHertz s-1Hzf = 1/tMuatanCoulombCI = Q/tTegangan listrikVoltVV = listrikOhm RR = V/ILuasm2[L]2L = P x LVolumeM3[L]3V = P x L x TTekananPascal Pa N/m2[M][T]-2 [L]-1P = F/A Macam-macam besaran turunan dan satuannya Ada beberapa contoh besaran turunan yang kerap digunakan di ilmu fisika dan matematika, diantaranya Gaya Gaya merupakan besaran turunan yang diperoleh dari perkalian antara massa dengan percepatan F = Gaya mempunyai satuan internasional Newton N atau kg m/s2. Usaha Dalam ilmu fisika usaha diartikan sebagai jumlah gaya yang dibutuhkan untuk memindahkan suatu beban atau dalam proses matematika W = Satuan internasional usaha adalah Joule atau kg m2/s2. Kecepatan Kecepatan merupakan besaran turunan yang diperoleh dari perhitungan jarak yang sudah ditempuh berbanding dengan waktu tempuh atau V = s/t. Satuan besaran ini adalah m/s. Besaran turunan ini kerap digunakan pada bidang fisika dan matematika. Percepatan Besaran turunan yang satu ini diperoleh dari perhitungan kecepatan dibagi dengan waktu. Besaran turunan ini disimbolkan dengan huruf V. Rumus untuk mendapatkan percepatan adalah a = perubahan kecepatan/perubahan waktu atau a= Ξv / Ξt. Momentum Momentum merupakan besaran turunan yang diperoleh dari perkalian antara massa dan kecepatan atau P = Besaran ini mempunyai satuan kilogram meter persegi atau kg m/s. Daya Satuan yang digunakan untuk daya adalah watt. Watt atau daya diperoleh dari satuan turunan usaha dan satuan pokok. Rumusnya berupa P = W/t. Massa jenis Untuk mendapatkan massa jenis suatu benda, bisa dicari dengan menggunakan besaran pokok massa dan panjang. Rumus massa jenis adalah kg/m3. Nama besaran turunan massa jenis dikenal juga dengan sebutan Rho. Rho atau massa jenis bisa dicari dengan rumus Ο = m/V. Perbedaan Besaran Pokok dan Besaran Turunan Perbedaan kedua besaran ini bisa terlihat dari pengertiannya, yakni besaran pokok merupakan besaran yang tidak bergantung dengan besaran yang lain, sementara besaran turunan bergantung dari besaran pokok. Selain itu, berdasarkan penjelasan di atas terlihat bahwa besaran turunan merupakan hasil perkalian atau pembagian dari satuan besaran pokok. Sedangkan besaran pokok sudah ditetapkan sebelumnya oleh para ilmuwan fisika zaman dulu. Kesimpulan Secara umum, besaran pokok merupakan dasar untuk menetapkan besaran yang lain. Ada 7 besaran pokok yang disepakati oleh ilmuwan, yakni panjang, waktu, suhu, massa, kuat arus listrik, intensitas cahaya, dan jumlah zat. Sementara itu, besaran pokok adalah besaran di mana satuannya adalah turunan dari besaran pokok penyusunnya. Beberapa contoh besaran turunan, diantaranya volume, luas, gaya, usaha, dan lain sebagainya.